Langsung ke konten utama

Tugas Matematika & Ilmu Alamiah Dasar: Tahap-Tahap Perkembangan Pemikiran Manusia

Tahap-Tahap Perkembangan Pemikiran Manusia

 

Ada 3 tahap perkembangan pemikiran manusia, yaitu:

1.Tahap Teologi / MetafisikaMitos :

Suatu cerita yg memberikan pedoman / arah tertentu kepada sekelompok orang.tertentu kepada sekelompok orang. Manusia menyusun mitos / dongeng utk mengenal realita / kenyataan sbg cara utk memuaskan rasa ingin tahunya. Ciri pola pikir tahap ini : subjektif, rasio / penalaran belum terbentuk (irasional), hanya daya khayal, intuisi atau imajinasi, tdk dpt dipertanggungjawabkan kebenarannya. Contohnya:

·     Gunung meletus mitosnya dewa sakti sedang murka,

·     Gempa bumi mitosnya Atlas (raksasa pemikul bumi) memindahkan bumi dari bahu yg satu ke bahu lainnya,

·     Gerhana bulan mitosnya bulan dimakan raksasa,

·     Bunyi guntur mitosnya roda kereta yg dikendarai dewa melintasi langit.

·     Perempuan yang hamil diminta untuk tetap berada di dalam rumah selama gerhana matahari terjadi. Para ibu itu diminta untuk memakai semacam logam untuk menutupi perut mereka sebagai upaya keamanan.

2. Tahap Filsafat

Manusia mencoba menggunakan rasionya utk memahami objek secara dangkal, objek belum dimasuki secara metodologis yg definitif. Ciri pola pikir tahap ini : rasio sudah terbentuk, tetapi belum ditemukan metode berpikir yg objektif. Contohnya:

·         Orangtua kita jaman dahulu telah menemukan berbagai obat yg diramu dari tumbuh-tumbuhan, tetapi mereka tidak tahu mengapa ramuan tersebut dpt menyembuhkan suatu penyakit

·         Gunung meletus, ditanggapi bukan dg selamatan ttp mengamati dan mempelajari mengapa gunung meletus, mengevakuasi warga sekitar.

·         Daun jambu biji sebagai obat diare

·         Pada saat hujan turun, mereka mengganggap hujan sebagai pembawa keberuntungan

·         Mereka melakukan ritual seruling dewa pemanggil hujan tidak hanya meniup suling saja, tapi mereka mengiringi dengan menari sembari memanjatkan doa, memohon kepada yang kuasa agar diberi hujan.

3. Tahap Positif/Tahap Ilmu

Pada tahap positif, orang tahu bahwa tiada gunanya lagi untuk berusaha mencapai pengenalan atau pengetahuan yang mutlak, baik pengenalan teologis maupun metafisik. Ia tidak lagi mau mencari asal dan tujuan terakhir seluruh alam semesta ini, atau melacak hakekat yang sejati dari “segala sesuatu” yang berada di belakang segala sesuatu. Sekarang orang berusaha menemukan hukum-hukum kesamaan dan urutan yang terdapat pada fakta-fakta yang disajikan kepadanya, yaitu dengan “pengamatan” dan dengan “memakai akalnya”. Contohmya:

·         Mereka berpikir apakah bisa suara merdu suling bisa menurunkan hujan, kalau bukan karena perubahan iklim yang menyebabkan hujan turun.

·         Tanaman padi subur bukan karena akibat kehendak dewi Sri melainkan akibat dari perawatan dan pemupukan yang baik.

·         Semua makhluk dibumi, bisa berdiri karena adanya gravitasi.

·         Bahan logam bila dipanaskan akan memuai. Contohnya seperti besi, tembaga dan alumunium.

·         Manusia yang makan, yang mana didalamnya terdapat proses kimiawi dari sesuatu yang anorganis yaitu makanan.

Komentar